CITM di China

By Administrator  Selasa, 26 November 2019 15:55:07 WIB - dibaca 111 kali


Provinsi Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi yang berada di Pulau Kalimantan. Terdapat 3 (tiga) etnis besar di Kalimantan Barat; Dayak, Melayu dan Tionghoa. Sebagai provinsi yang memiliki luas hampir 1,5 kali pulau Jawa, Kalimantan Barat menyimpan banyak potensi yang belum digali secara maksimal. Salah satu potensi itu adalah potensi pariwisata. Dengan keragaman budaya yang bersumber dari 3 (tiga) etnis besarnya serta kekayaan alam berupa keragaman flora dan fauna yang beberapa diantaranya digolongkan sebagai flora dan fauna langka, menjadikan sektor pariwisata pilihan yang cukup baik untuk dikembangkan bagi Provinsi Kalimantan Barat.

Pengembangan potensi pariwisata tidak terlepas dari upaya penyebaran informasi mengenai potensi pariwisata itu sendiri agar dapat dikenal dan kemudian dicintai oleh masyarakat luas. Upaya dimaksud adalah kegiatan promosi baik melalui media masa maupun keikutsertaan dalam event-event pariwisata baik yang berskala nasional maupun internasional.

Keikutsertaan pada China International Travel Mart (CITM) yang rencananya akan diselenggarakan pada bulan Oktober 2019 bertujuan untuk memperkenalkan potensi wisata Kalimantan Barat kepada masyarakat mancanegara. Dengan melibatkan ASITA Kalimantan Barat, event ini dianggap cukup strategis mengingat peserta yang hadir berasal dari tour operator berbagai negara di dunia.

China, dirasakan cukup strategis untuk melakukan promosi pariwisata Kalimantan Barat. Di Kalimantan Barat terdapat 2 (dua) perayaan besar etnis Tionghoa yaitu Cap Go Meh dan Tradisi Perayaan Ceng Beng (Sembahyang Kubur Leluhur Tionghoa). Cap Go Meh dilaksanakan di Hari ke 15 setelah Imlek dimana ratusan Tatung melakukan parade mengelilingi kota beserta sekelompok pemukgendang untuk mengusi roh jahat. Perayaan Ceng Beng dilaksanakan setiap tanggal 5 April. Menurut tradisi Tionghoa, orang akan beramai-ramai pergi ke tempat pemakaman orang tua atau para leluhurnya untuk melakukan upacara penghormatan. Biasanya upacara penghormatan ini dilakukan dengan berbagai jenis kegiatan, misalnya membersihkan kuburan, menebarkan kertas sampai dengan membakar kertas yang sering dikenal dengan Gincua.

'